March 28, 2020

Ketua Umum PSSI Minta Semua Berbesar Hati

PSSI akhirnya mengambil keputusan untuk memberi status force majeure atau keadaan kahar pada sepakbola Indonesia saat ini, dimulai dari Maret hingga Juni.

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ditangguhkan, hingga wabah virus corona di Indonesia mereda, berdasarkan arahan pemerintah yang memberi status darurat hingga 29 Mei.

Seluruh pihak di kalangan sepakbola nasional diharapkan bisa memahami situasi ini. Termasuk kemungkinan terburuk bahwa kompetisi 2020 ditiadakan jika status darurat diperpanjang.

“Kita semua harus berbesar hati. Ini adalah kondisi darurat yang melanda umat manusia di dunia. Mari kita saling bergandeng tangan, tanpa saling menyalahkan,” ucap Moch. Iriawan, ketua umum PSSI.

“Jika kita kompak dan bersatu, kita akan kuat, bersama melewati ujian ini. Amin amin ya robal alamiiin,” imbuh pria yang juga berpangkat Komisaris Jenderal Polisi tersebut.

Bukan hanya Liga 1 dan Liga 2 yang terkena imbas virus corona. Namun juga gelaran Piala AFF U-16, AFF U-19, hingga Piala AFF Putri U-18, harus diundur karena wabah Covid-19 tersebut.

Kini, klub hanya diberi kewajiban untuk membayarkan kontrak 25 persen kepada pemain, tiap bulannya. Hal tersebut terhitung sejak Maret, hingga Juni, sesuai surat resmi PSSI.